
Macetnya jalanan kota hujan bukan karena banyaknya eksodus warga ibukota kemari. Tapi karena angkot. Ya, moda angkutan umum ini memang sangat perkasa. Dengan kepongahannya, angkot disini laksana raja. Ia ada di setiap sudut jalan, di pelosok kota. Nyaris tak ada sejengkal jalanpun yang luput dari deru angkot.
Angkot atau apapun itu, suka tidak suka sangat membantu warga, terutama mereka yang tak memiliki kendaraan pribadi. Anytime kita bisa mencegatnya, saat kita butuh. Jenis moda angkutan umum ini bisa didapati di manapun.
Sayangnya, pemerintah daerah tak rancak mengatur regulasi per-angkotan. Alhasil, besar angkot daripada moda angkutan lain. Kalau teratur, siapapun akan mendukungnya. Tapi, seringkali angkot menjadi musuh bersama warga. Menyebalkan, karena kerap berhenti di sembarang jalan, ngetem berlama-lama, ngobrol dengan sopir lain di jalanan. Huh!
Untuk soal satu ini, tak salah kita berguru dengan negeri seberang, yang juga memiliki beragam moda angkutan, Australia. Di Brisbane, yang luas kotanya tak jauh beda dengan Bogor, angkutan umumnya teratur. Meski jumlahnya banyak, mereka punya jadwal yang jelas, berhenti di tempat tertentu, dan tak mau jadi raja. Di sini tak ada kebut-kebutan sopir kejar setoran, tak ada adu klakson, dan tak ada makian antar pengemudi. Semuanya teratur.
1 comment:
met gabung di blogfam.. account sudah diaktifkan.. ditunggu sapanya di forum.. thx..
Post a Comment