
Tiba-tiba sore tadi aku ingat ibu. Perempuan yang mengandung dan melahirkanku. Padahal baru dua minggu tak jumpa. Ah, lagi keluar sensi-nya neh, pikirku. Mungkin karena hampir semua media sedang hangat-hangatnya membicarakan perempuan, maklum suasana hari Kartini. Tapi, membicarakan perempuan memang tak akan bisa menafikan peran seorang ibu, siapapun dia.
Mengingat ibu adalah terbayang perjuangannya. Perjuangan seorang perempuan yang dengan keihlasan hatinya merawat dan membesarkan ketiga anaknya, dengan cinta, air mata dan kesungguhan hati.
Ibuku, Siti Sopiyah namanya. Dia adalah perempuan Jawa sederhana, yang hanya sempat mengenyam pendidikan setara SD. Meski hanya lulus SD, tapi semangatnya mengantarkan anak-anaknya meraih pendidikan luar biasa. "Ibu ndak ingin mas (begitu ibuku memanggilku hingga kini) nanti hidupnya susah. Mas harus lebih dari bapak-ibu," ujarnya saat kukecil dulu. Harapan sederhana yang sarat makna.
Banyak yang sudah dilakukan ibu. Tapi, jujur belum banyak yang aku lakukan untuk ibu. Entah dengan apa aku membalasnya.
Itu mengapa saat kangen ibu, aku selalu teringat lagu "Ibu" dari Iwan Fals. Ini satu-satunya lagu Iwan Fals yang bisa membuatku menangis. Terbayang semua perjalanan kami dalam keluarga, sejak kami kecil yang nakal-nakal, hingga kini kami bertiga telah memberi 6 cucu bagi bapak-ibu. Simak lagu itu...
ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu kumembalas…ibu
ingin kudekap dan menangis di pangkuanmu
sampai aku tertidur pada masa kecil dulu
lalu do’a-do’a baluti sekujur tubuhku
dengan apa membalas
ibu…..ibu….(“IBU” , Song by Iwan Fals)
2 comments:
waduh yang lagi melankolis... yaaaaahhh, kalo bicara soal orangtua, emang suka jadi malu sendiri ya Pak? Malu karena belom bisa kasih apa2... Pak Udin sih at least udah ngasih cucu... Lha saya kasih menantu aja belooommm... hehehe...
kemarin pas lagi mikirin nyokap, eh beberapa hari kemudian nyokap jatuh saat jemur pakaian. untung nggak pa-pa, tapi mungkin ini yg namanya firasat!
Post a Comment