Sunday, April 09, 2006

Playboy


akhirnya si kepala kelinci itu terbit juga. sebagai pemerhati media, saya termasuk yang ikut deg-degan dengan tampilan playboy indonesia, seperti apakah? apa persis seperti playboy edisi internasional, dengan ketelanjangan yang sedemikian rupa? atau akan dibungkus dengan "cita rasa indonesia?"

ah, berharap seperti itu sama saja memaknai kepornoan dengan cara baru. lelaki telanjang dada bisa porno, tapi bisa juga tidak. dada pere yang menyembul sedikit, juga bisa pro kontra kita menyikapinya.

persoalannya bukan disitu. kita seringkali mengakali 'aturan' yang kerap dibuat untuk membuat harmoni hidup ini. porno tak porno sudah dibuat, sesuai dengan etika yang berlaku disini. tapi, selalu kita berhasil membuat semua aturan tak berdaya.

pun dalam hal kepornoan. sudahlah, terlalu banyak media yang hanya mengumbar syahwat. entah itu popular, me, atau tabloid 1.500-an di pinggir jalan. cukuplah sampai disitu, jangan racuni anak-anak kita dengan dalih yang ini lebih beretika, lebih berkelas dibanding yang lain, tidak akan ada nudity, semua masih sopan...

ah, dalih. lagi-lagi kita senang berdalih. apa kita akan tetap berdalih melihat anak-anak kita bergaya hidup sex bebas, hamil di luar nikah, digagahi orang lain???

jangan sampai nanti kita tak mampu mencegah semua kebusukan, hanya karena kita ogah capek menyuarakan penolakan pada media sejenis playboy. sekarang playboy bebas terbit dan mudah dicari di pasaran. entah esok, mungkin akan ada yang lebih 'seram' dari playboy, macam playgirl, hustler, atau apalah.... huh.

No comments:

ALLAH

ALLAH
Allah Maha Besar

Yang Lalu..

Tentang Aku

Gw orangnya simpel, suka makan, membaca beragam jenis buku, sastra apalagi. Suka beragam jenis musik, terutama yang easy listening. Senang juga nonton film, khususnya drama. Gw juga suka jalan-jalan.....