
Vina Panduwinata, boleh jadi bukan penyanyi terbaik negeri ini. Popularitasnya tak semenjulang Dian Piesesha atau Peterpan pada masanya. Album rekamannya juga tak pernah meledak jutaan kopi. Tapi dalam jagad musik nasional, nama Vina berdiri terpisah dari jajaran penyanyi lain, pun dengan diva pop junior yang belakangan muncul.
Dimasa jayanya, Vina punya magnet tersendiri dalam industri pop tanah air. Ia memiliki kekhasan, ditengah keseragaman lagu era Rinto harahap dan Obbie Messakh. Ia punya talenta menghibur yang luar biasa. Lagunya membius pendengarnya. Dengan lirik yang kadang menyentil, bermain-main, dan tahun ini Vina telah 25 tahun menghibur pendengarnya.
Konser Viva Vina pecan lalu membuktikan hal itu. Vina tak hanya penyanyi, ialah The Real Diva! Ia menciptakan banyak pengaruh, dalam lagu, gaya bernyanyi hingga berpakaian. Bila akhirnya memunculkan epigon-epigon, sesungguhnya disitulah keberhasilan seorang super star.
Di panggung Vina tak hanyan lihai bernyanyi. Tapi ia bisa menuturkan apa yang ada dibalik sebuah lagu. Ia bernyanyi sekaligus menjadi pencerita. Tak banyak yang memiliki talenta seperti Vina.
Dibalik itu semua, ada catatan dibalik konser tunggalnya kemarin. Vina ternyata telah berbeda dengan Vina yang dulu. Kualitas vokalnya menurun, jauh dari saat jayanya dulu. Usia ternyata tak bisa membohongi hal itu. Tapi Vina bisa menutupi kekurangannya dengan komunikasi yang intens dengan audiensnya. Viva Vina!
diujung kemarau panjang
yang gersang dan menyakitkan
kau datang menghantar berjuta kesejukan.....
kasih, kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelam jiwaku......
(vina, september ceria)
2 comments:
VIVA VINA
klo namanya bukan VINA ..jadi apa ya ?!!
klo namanya bejo
BRAVO BEJO
klo mpok hindun
HIDUP HINDUN....
boleh juga...hehehehe
waaa... setujuuu!!! She is the real Diva, not such person like Kris Dayanti! Sayangnya, aku nggak bisa nonton konser yang (padahal) aku tunggu2 ini...
Post a Comment